Jelang Ramadan, Warga Diminta Waspada Hoaks dan Penipuan Kuota Gratis

15 Februari 2026
Sekretaris Desa
Dibaca 23 Kali
Jelang Ramadan, Warga Diminta Waspada Hoaks dan Penipuan Kuota Gratis

Pemerintah Desa mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penyebaran informasi palsu (hoaks) dan penipuan digital (phishing) yang beredar melalui pesan singkat, media sosial, maupun tautan website tidak resmi.

Menjelang bulan suci Ramadan, biasanya aktivitas penipuan dengan berbagai modus, seperti tawaran kuota internet gratis, hadiah uang, hingga undian berhadiah, cenderung meningkat. Perlu diketahui bahwa sebagian besar pesan semacam itu merupakan upaya penipuan untuk memperoleh informasi penting milik korban, seperti nomor telepon, kode OTP, kata sandi, hingga data identitas. Jika data tersebut diberikan, pelaku dapat menyalahgunakannya untuk mengakses akun pribadi atau melakukan tindakan merugikan lainnya.

Masyarakat diharapkan mengenali ciri-ciri hoaks dan phishing, antara lain judul yang sensasional, sumber informasi tidak jelas, alamat website mencurigakan, serta adanya permintaan data pribadi secara mendesak.

Informasi resmi biasanya disampaikan melalui kanal komunikasi resmi lembaga atau instansi terkait, bukan melalui tautan acak yang beredar di grup percakapan. Sebagai langkah pencegahan, warga diminta untuk selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai atau membagikannya kepada orang lain. Jangan mengklik tautan yang mencurigakan, serta jangan pernah memberikan kode OTP, kata sandi, maupun data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal. Apabila menerima pesan yang terindikasi penipuan, sebaiknya segera dihapus dan diabaikan.

Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Bangkit Berdaya Desa Bantal, Yesi Wulandari, turut mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi digital, terutama menjelang Ramadan. Menurutnya, kewaspadaan warga sangat penting agar tidak mudah menjadi korban penipuan yang merugikan.

“Kami mengajak seluruh warga Desa Bantal untuk selalu waspada, tidak sembarangan mengklik link mencurigakan, serta menjaga kerahasiaan data pribadi seperti kode OTP dan kata sandi. Kewaspadaan bersama menjadi kunci agar masyarakat terhindar dari kerugian akibat penipuan digital,” ujarnya.

Pemerintah Desa juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling mengingatkan demi menciptakan lingkungan digital yang aman dan nyaman selama bulan suci Ramadan.