Desa Bantal

bantal.desa.id | bantal.desa.id@gmail.com


Stunting, Tantangan Berat Masa Depan Indonesia.

date_range 05 Jun 2022 05:35:35 favorite 33 Kali


bantal.desa.id | bantal.desa.id@gmail.com

settings Pengaturan Layar

  • H. SAHIJO

    Kepala Desa

    Hadir di Kantor Desa
  • AH. BAKIR

    Sekretaris Desa

    Hadir di Kantor Desa
  • RIFAI FAUZI

    Kasie Pemerintahan

    Hadir di Kantor Desa
  • MARDI UNTUNG

    Kasie Kesejahteraan

    Hadir di Kantor Desa
  • YUSUP

    Kasie Pelayanan

    Hadir di Kantor Desa
  • ARIK ISWANTO

    Kaur TU & Umum

    Hadir di Kantor Desa
  • KURNADIYANTO

    Kaur Keuangan

    Hadir di Kantor Desa
  • ARIFIN

    Kaur Perencanaan

    Hadir di Kantor Desa
  • SA'RANI

    Kadus Utara

    Hadir di Kantor Desa
  • SUIMAN

    Kadus Tenggara

    Hadir di Kantor Desa
  • SUWANDI

    Kadus Selatan

    Hadir di Kantor Desa
  • ULFATUN NISA'

    Staff TU & Umum

    Hadir di Kantor Desa
  • RIA MAISAROH

    Staff Keuangan

    Hadir di Kantor Desa
  • SUKARNO

    Staff Perencanaan

    Hadir di Kantor Desa
Syarat Pelayanan di Desa Bantal dengan membawa E-KTP dan Bukti Tanda Pelunasan SPPT PBB-P2 Tahun berjalan | Jangan Lupa tetap ingat pesan Ibu, pakai masker saat keluar rumah, biasakan cuci tangan pakai sabun dan rindari kerumuman. Jaga Diri, Jaga Keluarga, Jaga Negara!

Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas merupakan syarat untuk membawa Indonesia Maju pada tahun 2045. Namun, penyiapan SDM unggul masih menghadapi tantangan bernama "stunting".  

Stunting adalah kondisi ketika balita memiliki tinggi badan dibawah rata-rata. Hal ini diakibatkan asupan gizi yang diberikan, dalam waktu yang panjang, tidak sesuai dengan kebutuhan. Stunting berpotensi memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar, dan risiko serangan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, hingga obesitas. 

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menyebut angka stunting di Indonesia masih mencapai 24,4 persen. Angka ini masih berada di atas standar yang ditetapkan oleh WHO yaitu 20 persen. 

Jumlah kasus stunting di Indonesia pada tahun 2019 mencapai 27,67 persen. Angka itu berhasil ditekan dari 37,8 persen di tahun 2013. 

Meski demikian, angka ini masih lebih tinggi dibandingkan toleransi maksimal stunting yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu kurang dari 20 persen sehingga status Indonesia masih berada di urutan 4 dunia dan urutan ke-2 di Aisa Tenggara terkait kasus balita stunting. 

Stunting dan permasalahan kekurangan gizi lain yang terjadi pada balita erat kaitannya dengan kemiskinan. Stunting umumnya terjadi akibat balita kekurangan asupan penting seperti protein hewani dan nabati dan juga zat besi. Pada daerah-daerah dengan kemiskinan tinggi, seringkali ditemukan balita kekurangan gizi akibat ketidakmampuan orang tua memenuhi kebutuhan primer rumah tangga. Namun demikian, menurut  Ketua Umum IndoHCF Dr dr Supriyantoro SpP MARS, stunting tidak hanya dialami keluarga miskin, namun juga mereka yang berstatus keluarga mampu atau berada, hal tersebut bisa disebabkan karena kurangnya informasi pada masyarakat tentang pentingnya memperhatikan asupan gizi dan kebersihan diri pada ibu hamil dan anak dibawah usia dua tahun. 

Selain kemiskinan, tingkat pendidikan juga berkaitan dengan permasalahan gizi.  Minimnya pengetahuan membuat pemberian asupan gizi tidak sesuai kebutuhan. Contohnya adalah kurangnya kesadaran akan pentingnya inisiasi menyusui dini (IMD). Padahal IMD menjadi langkah penting dalam memberikan gizi terbaik. 

Menurut Supriyantoro, persoalan stunting tidak bisa dipandang sepele. Anak dengan kondisi stunting cenderung memiliki tingkat kecerdasan yang rendah. Tidak hanya itu, pada usia produktif, individu yang pada balita dalam kondisi stunting berpenghasilan 20 persen lebih rendah. Kerugian negara akibat stunting diperkirakan mencapai sekitar Rp300 triliun per tahun. Stunting pun dapat menurunkan produk domestic bruto negara sebesar 3 persen. 

"Kami tidak ingin anak-anak Indonesia kalah bersaing dengan anak-anak negara lain. Kami ingin mereka menjadi manusia yang maju dan unggul. Indonesia sendiri telah memasuki Era Revolusi Industri 4.0. Jika tidak didukung sumber daya manusia yang sehat dan cerdas, maka sulit rasanya Indonesia mampu meningkatkan daya saing," ujarnya. 

business
Kirim Komentar

Untuk artikel ini

person
stay_current_portrait
mail
chat
Senin, 04 Juli 2022

account_circle Aparatur Desa

work Jam Pelayanan Kantor Desa

Hari Mulai Selesai
Senin 07:00 WIB 15:00 WIB
Selasa 07:00 WIB 15:00 WIB
Rabu 07:00 WIB 15:00 WIB
Kamis 07:00 WIB 15:00 WIB
Jumat 07:00 WIB 11:00 WIB
Sabtu Libur
Minggu Libur
Alamat : Jl. Samir No. 10
Desa : Bantal
Kecamatan : Asembagus
Kabupaten : Situbondo
Kodepos : 68373
Telepon : 085263863944
Email : bantal.desa.id@gmail.com

map Wilayah Desa

assessment Statistik Desa

TRANSPARANSI ANGGARAN
Sumber Data : Siskeudes Tahun Anggaran 2021
insert_chart
APBDes 2021 Pelaksanaan

Realisasi | Anggaran

PENDAPATAN
Rp. 1,945,049,267 | Rp. 1,945,416,000
Realisasi  99.98 %
BELANJA
Rp. 1,929,536,000 | Rp. 1,957,188,836
Realisasi  98.59 %
PEMBIAYAAN
Rp. 11,772,836 | Rp. 11,772,836
Realisasi  100 %
insert_chart
APBDes 2021 Pendapatan

Realisasi | Anggaran

Hasil Aset Desa
Rp. 75,000,000 | Rp. 75,000,000
Realisasi  100 %
Dana Desa
Rp. 1,158,449,000 | Rp. 1,158,449,000
Realisasi  100 %
Bagi Hasil Pajak dan Retribusi
Rp. 66,539,000 | Rp. 66,539,000
Realisasi  100 %
Alokasi Dana Desa
Rp. 638,878,000 | Rp. 638,878,000
Realisasi  100 %
Koreksi Kesalahan Belanja Tahun-tahun Sebelumnya
Rp. 5,050,000 | Rp. 5,050,000
Realisasi  100 %
Bunga Bank
Rp. 1,133,267 | Rp. 1,500,000
Realisasi  75.55 %
insert_chart
APBDes 2021 Pembelanjaan

Realisasi | Anggaran

BIDANG PENYELENGGARAN PEMERINTAHAN DESA
Rp. 814,974,700 | Rp. 826,845,536
Realisasi  98.56 %
BIDANG PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DESA
Rp. 613,843,500 | Rp. 623,947,500
Realisasi  98.38 %
BIDANG PEMBINAAN KEMASYARAKATAN
Rp. 25,171,000 | Rp. 25,171,000
Realisasi  100 %
BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Rp. 52,590,300 | Rp. 52,590,300
Realisasi  100 %
BIDANG PENANGGULANGAN BENCANA, DARURAT DAN MENDESAK DESA
Rp. 422,956,500 | Rp. 428,634,500
Realisasi  98.68 %