• SAHIJO

    Kepala Desa

  • AH. BAKIR

    Sekretaris Desa

  • ARIK ISWANTO

    Kaur TU & Umum

  • KURNADIYANTO

    Kaur Keuangan

  • ARIFIN

    Kaur Perencanaan

  • RIFAI FAUZI

    Kasi Pemerintahan

  • MARDI UNTUNG

    Kasi Kesejahteraan

  • YUSUP

    Kasi Pelayanan

  • SA'RANI

    Kadus Utara

  • SUIMAN

    Kadus Tenggara

  • SUWANDI

    Kadus Selatan

  • ULFATUN NISA'

    Staf Desa

  • RIA MAISAROH

    Staf Desa

  • SUKARNO

    Staf Desa

settings Pengaturan Layar

Syarat Pelayanan di Desa Bantal dengan membawa E-KTP dan Bukti Tanda Pelunasan SPPT PBB-P2 Tahun berjalan | Jangan Lupa tetap ingat pesan Ibu, pakai masker saat keluar rumah, biasakan cuci tangan pakai sabun dan rindari kerumuman. Jaga Diri, Jaga Keluarga, Jaga Negara!
fingerprint

SDGs Desa Nomor 7: Desa Berenergi Bersih dan Terbarukan

date_range 01 Feb 2021 20:44:42 favorite 87 Kali

Selama 10 tahun terakhir produksi minyak bumi di Indonesia menunjukkan kecenderungan penurunan, dari 346 juta barel (949 ribu bph) pada tahun 2009 menjadi sekitar 283 juta barel (778 ribu bph) di tahun 2018 (DEN, 2019). Penyebabnya antara lain kondisi sumur-sumur di Indonesia yang semakin tua. Di sisi lain, kebutuhan terhadap energi semakin meningkat, yang salah satunya disebabkan pertambahan penduduk yang meningkatkan pertumbuhan kebutuhan penduduk terhadap energi.

Selain itu, peningkatan infrastruktur dan peningkatan teknologi pendukung untuk menyediakan energi yang lebih bersih dan efisien di semua negara dapat memicu pertumbuhan positif serta membantu mengurangi dampak lingkungan (Institute for Essential Services Reform, 2019)

Energi merupakan penggerak perekonomian dan prasyarat dalam pembangunan. Ketersediaan energi yang cukup dan terjangkau dapat mendukung pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, pelayanan kesehatan, pendidikan yang berkualitas, yang mendukung pembangunan manusia berkualitas. Penyediaan akses energi yang lebih luas di daerah dan desa terpencil, di mana akses energinya sangat terbatas, telah berkontribusi pada peningkatan pendapatan masyarakat secara nyata (Mursanti dan Tumiwa, 2019)

Rasio elektrifikasi merupakan indikator yang digunakan pemerintah untuk mengukur jangkauan penyediaan energi di Indonesia, yang didefinisikan sebagai jumlah rumah yang tersambung dengan listrik tanpa melihat kualitas penyediaan listrik yang diterima. Sampai tahun 2019, tidak semua desa di Indonesia teraliri listrik. Data Kementerian Desa. PDT dan Transmigrasi menunjukkan bahwa, pada hingga tahun 2019, sebanyak 1.667 desa di Indonesia yang mencakup 258.252 keluarga sama sekali tidak memiliki fasilitas kelistrikan.

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik, PLN merencanakan untuk melanjutkan penyediaan listrik desa sesuai dengan Road Map Listrik Desa 2017 – 2021 sebagai bagian dari upaya mencapai target elektrifikasi sebesar 99,7% pada 2025.

Strategi listrik desa yang diambil adalah melakukan perluasan jaringan distribusi yang sudah ada dan membangun pembangkit energi terbarukan serta pembangkit hibrid untuk desa-desa yang sangat terpencil serta penggunaan pembangkit berbahan bakar minyak/BBM (PLN, 2017). Program listrik desa pada tahun 2019 menargetkan 1.746 desa, seperti pada Tabel 1.

Tabel 1. Program Listrik Desa 2017-2019

Desa 2016 2017 2018 2019
Program Listrik Desa Reguler 625 3.486 2.960 1.746
Program 2510 85 88 938 1.395
Total 710 3.574 3.898 3.141

 Sumber: PLN, 2017

Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan penduduk terhadap energi, serta untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, sebagaimana komitmen global, pemerintah mendorong untuk meningkatkan peran energi baru dan terbarukan secara terus menerus sebagai bagian upaya menjaga ketahanan dan kemandirian energi. Sesuai PP No. 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional, target bauran energi baru dan terbarukan pada tahun 2025 paling sedikit 23% dan 31% pada tahun 2050.

Indonesia mempunyai potensi energi baru terbarukan yang cukup besar untuk mencapai target bauran energi primer tersebut, seperti terlihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Potensi Energi Terbarukan

Tenaga Air 94,3 GW
Panas Bumi 28,5 GW
Bioenergi PLT Bio: 32,6 GW
BBN: 200 Ribu bph
Surya 207,8 GW
Angin 60,6 GW
Energi Laut 17,9 GW

Sumber: DEN, 2019

Tujuan SDGs Desa ini memastikan semua orang memiliki akses terhadap energi terbarukan. Capaian tujuan ini sampai tahun 2030 dapat diukur dengan beberapa indikator, di antaranya: konsumsi listrik rumah tangga di Desa mencapai minimal 1.200 KwH; Rumah tangga di Desa menggunakan gas atau sampah kayu untuk memasak; penggunaan bauran energyi terbarukan di desa.

business
Kirim Komentar

Untuk artikel ini

person
stay_current_portrait
mail
chat

  [Ganti]  
Minggu, 17 Oktober 2021

account_circle Perangkat Desa

Alamat : Jl. Samir No. 10
Desa : Bantal
Kecamatan : Asembagus
Kabupaten : Situbondo
Kodepos : 68373
Telepon : 085263863944
Email : bantal.desa.id@gmail.com

map Wilayah Desa

assessment Statistik Desa

TRANSPARANSI ANGGARAN
Sumber Data : Siskeudes TA. 2020
insert_chart
APBDes 2021 Pelaksanaan

Realisasi | Anggaran

PENDAPATAN
Rp. 714,403,716 | Rp. 1,948,253,000
36.67 %
BELANJA
Rp. 650,985,100 | Rp. 1,960,025,836
33.21 %
PEMBIAYAAN
Rp. 11,772,836 | Rp. 11,772,836
100 %
insert_chart
APBDes 2021 Pendapatan

Realisasi | Anggaran

Hasil Aset Desa
Rp. 0 | Rp. 75,000,000
0 %
Dana Desa
Rp. 397,979,600 | Rp. 1,158,449,000
34.35 %
Bagi Hasil Pajak dan Retribusi
Rp. 0 | Rp. 55,535,000
0 %
Alokasi Dana Desa
Rp. 316,077,100 | Rp. 657,769,000
48.05 %
Bunga Bank
Rp. 347,016 | Rp. 1,500,000
23.13 %
insert_chart
APBDes 2021 Pembelanjaan

Realisasi | Anggaran

BIDANG PENYELENGGARAN PEMERINTAHAN DESA
Rp. 339,656,300 | Rp. 812,189,036
41.82 %
BIDANG PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DESA
Rp. 213,228,800 | Rp. 630,302,900
33.83 %
BIDANG PEMBINAAN KEMASYARAKATAN
Rp. 0 | Rp. 64,373,000
0 %
BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Rp. 0 | Rp. 17,715,300
0 %
BIDANG PENANGGULANGAN BENCANA, DARURAT DAN MENDESAK DESA
Rp. 98,100,000 | Rp. 435,445,600
22.53 %